Mata uang kuat global bergerak lambat di awal pasar Asia pada hari Jumat, karena investor mengurangi aktivitas mereka menjelang laporan pekerjaan AS yang dapat memperkuat perbaikan terbaru dalam sentimen risiko.
Pasar juga khwatir dengan kemungkinan intervensi yang dilakukan otoritas untuk melemahkan yen dan Swiss franc, setelah pemerintah Jepang dan Swiss menyatakan bahwa mereka tidak senang dengan penguatan mata uang mereka.
Dollar diperdagangkan di 76.18 ¥, setelah turun dari 78.28 pada tanggal 25 Januari. Posisi tersebut berada tidak jauh dari rekor harga terendahnya di sekitar 75.31 yang dicapai pada 31 Oktober 2011, ketika Jepang melakukan intervensi besar-besaran untuk melemahkan mata uangnya.
Sementara itu, euro telah terus bergerak mendekati level 1.20 franc, yang mana Swiss National Bank menyatakan akan mempertahankan dengan segala cara. Euro diperdagangkan di level 1.2042 franc.
Ketua sementara SNB, Thomas Jordan, dilaporkan oleh Financial Times pada hari Kamis mengatakan bank sentral akan menegakkan nilai tukar minimun franc Swiss terhadap euro "dengan sekuat tenaga."
Terhadap greenback, mata uang tunggal diperdagangkan di $ 1.3133, sedikit berubah dari harga menjelang penutupan pasar New York. Euro bergerak antara $ 1.3083 – 1.3196 $ pada hari Kamis, masih dalam kisaran perdagangan hari Rabu atau yang dikenal dengan istilah inside trading day.
Ini biasanya mengindikasikan kurangnya keyakinan pasar, tidaklah mengejutkan mengingat dibayangi oleh laporan pekerjaan AS dan tidak ada perkembangan baru pada kesepakatan pertukaran utang Yunani (PSI).
"Kami terus mengharapkan adanya euforia pada pengumuman PSI sehingga menghasilkan lonjakan spontan EUR/USD ke harga lebih tinggi. Euro belum bisa menembus level 1.3240-50 dan kita bisa menyaksikan pergerakan turun yang lebih besar oleh penjualan euro," kata Ray Attrill, strategi di BNP Paribas.
"Apabila tidak ada kesepakatan nyata yang dihasilkan minggu ini, maka hal tersebut akan menyakiti sentimen euro, sekali lagi. "
Para pejabat Yunani telah mengatakan berulang kali bahwa kesepakatan sudah hampir diperoleh, dan Komisaris Urusan Ekonomi dan Moneter Uni Eropa, Olli Rehn, menegaskan kembali pada hari Kamis bahwa kesepakatan debt swap dapat disepakati pada akhir minggu.
Mata uang tunggal berada di jalur untuk mengakhiri minggu ini sedikit turun, setelah menguat 2.8 persen minggu sebelumnya.
Dollar mendapat tekanan baru sejak minggu lalu setelah Federal Reserve berjanji untuk mempertahankan suku bunga rendah lebih lama, sehingga menarik bagi investor menggunakan greenback sebagai mata uang pendanaan untuk carry trades.
Dalam pidato pertangunggjawabannya di depan Kongres, Ketua Fed Ben Bernanke pada hari Kamis mengatakan krisis keuangan Eropa masih mengancam pemulihan AS, dan mengatakan the Fed akan melakukan apapun yang bisa untuk menangkal kerusakan.
Kebijakan the Fed telah membantu memperkuat mata uang komoditas yang berimbal hasil lebih tinggi seperti dolar Australia. Aussie mencapai level tertinggi lima bulan di $ 1.0758 pada hari Kamis dan diperdagangkan di level $ 1.0697 di awal pasar Asia.
Aussie sedang mencoba resistensi di sekitar $ 1.0750/80 dan keberhasilan menembus level tersebut bisa membuka jalan untuk mencoba kembali level tertinggi 29 tahun di $ 1.1081 yang dicapai pada bulan Juli.
Data non-farm payroll AS yang akan diumumkan pada jam 1330 GMT, diperkirakan akan menunjukkan ekonomi AS menghasilkan 150.000 pekerjaan pada bulan Januari dengan tingkat pengangguran tetap stabil di 8.5 persen. (Reuters)



