Indeks saham utama ditutup pada Jumat di posisi tertinggi yang tidak terlihat dalam beberapa bualn terakhir, dimana Nasdaq mencapai level tertinggi dalam 11 tahun, sementara dollar menguat terhadap yen karena lonjakan penciptaan lapangan kerja AS memicu optimisme investor.
Namun, ketidakpastian atas kesepakatan utang Yunani tetap membuat euro sedikit berubah.
Laporan pekerjaan AS bulan Januari juga mendorong harga penutupan saham Eropa ke level tertinggi dalam lebih dari enam bulan.
Data tersebut juga menurunkan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut oleh Federal Reserve AS, dimana para analis mengatakan ekonomi yang cerah bisa membuat argumentasi stimulus menjadi lebih sedikit.
Penciptaan lapangan kerja AS bulan lalu dengan mudah mengalahkan ekspektasi analis dan tingkat pengangguran jatuh ke posisi terendah hampir tiga tahun menjadi 8,3 persen. Selain itu, laju pertumbuhan di sektor jasa AS, secara tak terduga melesat ke level tertinggi dalam hampir setahun.
"Ini tentu mendukung pemulihan AS dan menunjukkan bahwa momentum (pasar tenaga kerja) mulai meningkat," kata Brian Dolan, kepala strategi pasar di Forex.com di Bedminster, New Jersey. "Dari sudut pandang perdagangan, itu positif untuk risiko, tetapi juga menurunkan prospek QE3, yang merupakan dollar positif," tambahnya, mengacu pada program pelonggaran kuantitatif the Fed.
Karena pemulihan ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda mendapatkan momentum, para analis mengatakan bank sentral AS bisa tidak memiliki alasan untuk masuk ke pasar melalui putaran lain dari pelonggaran kuantitatif untuk menambah likuiditas. "Kemungkinan QE3, mungkin akan didorong kembali ke paruh kedua tahun ini," kata Dolan.
Indeks Dow Jones Industrial Average, ditutup naik 156,82 poin atau 1,23 persen, ke 12,862.23. Indeks Standard & Poor 500, menguat 19,36 poin atau 1,46 persen, ke 1,344.90. Indeks Nasdaq Composite, ditutup naik 45,98 poin atau 1,61 persen, ke 2,905.66.
Lebih dari 450 saham di seluruh sektor menyentuh level tertinggi 52 minggu di New York, termasuk Apple, United Parcel Service, Yum Brands dan MasterCard.
Angka payrolls "hanya merupakan laporan lain yang menunjukkan bahwa ekonomi dalam penyembuhan," kata Wayne Kaufman, kepala analis pasar di John Thomas Financial di New York. "Bisnis yang bergerak cukup berhasil."
Saham Eropa melonjak melampaui level resistance, dimana indeks saham FTSEurofirst 300, ditutup naik 1,63 persen ke 1,076.70.
Euro memangkas kerugian dari awal sesi, ketika berkurangnya ekspektasi pelonggaran the Fed, menguatkan dollar. Euro terakhir diperdagangkan di $ 1,3141, turun 0,03 persen. Dollar terakhir diperdagangkan di 76,55 ¥, naik 0,49 persen, setelah menyentuh sesi tinggi di 76,74 ¥.
Menguatnya dollar terhadap yen juga menurunkan ekspetasi Jepang akan masuk ke pasar valuta asing untuk meredam penguatan yen.
"Bank of Japan dan Departemen Keuangan tentu saja bergembira karena Jepang adalah penerima manfaat terbesar dari jumlah pekerjaan yang kuat hari ini," kata Kathy Lien, direktur riset mata uang di GFT Forex di Jersey City, New Jersey, dan menambahkan bahwa " tekanan untuk melakukan intervensi langsung telah berkurang. "
Minyak mentah berjangka AS naik, menghentikan pergerakan turun dalam lima hari terakhir, karena data AS meningkatkan harapan akan naiknya permintaan atas minyak.
Membaiknya prospek ekonomi semakin memperkuat harga minyak yang sebelumnya telah bergerak naik karena dipicu oleh peringatan dari pemimpin tertinggi Iran untuk melakukan pembalasan terhadap negara Barat yang menjatuhkan sanksi atas program nuklir Iran.
Minyak mentah NYMEX untuk pengiriman Maret ditutup pada harga $ 97,84 per barrel, naik $ 1,48 atau 1,54 persen. (Reuters)



