Euro diperdagangkan tidak jau dari level tertinggi dua bulan di Asia pada hari Rabu, karena harapan bahwa kesepakatan utang Yunani sudah semakin dekat, memicu aksi pengurangan posisi jual secara global dan mengangkat sentimen risiko.
Para investor telah khawatir bahwa kegagalan untuk mengamankan € 130 miliar ($ 170 miliar) dana penyelamatan bisa mendorong Athena pada kekacauan karena tidak mampu membayar utang dan mengguncang zona euro secara keseluruhan.
Euro diperdagangkan di $ 1.3248, setelah melompat satu persen pada hari Selasa ke level tertingginya di $ 1.3270, tertinggi sejak pertengahan Desember, setelah menembus hambatan posisi option di $ 1.32 dan berhenti di $ 1.3220.
Namun, pergerakan naik euro, lebih banyak disebabkan oleh pengurangan posisi jual dari pada pandangan bahwa semuanya berjalan baik di Eropa.
Meskipun ada indikasi Yunani sudah semakin dekat dengan kesepakatan, politisi Athena belum menyetujui tindakan penghematan yang menyakitkan untuk menerima paket bailout kedua. Mereka, sekali lagi menunda batas waktu kesepakatan sampai hari Rabu.
"Sepertinya ada banyak kepuasan di pasar," kata Rob Ryan, analis di BNP Paribas di Singapura. Ryan meraguhkan pergerakan naik euro akan bertahan kecuali Yunani setuju dengan kesepakatan.
Level resistensi berikutnya untuk euro berada di MA 100 hari yaitu di sekitar $ 1.3332, sebelum $ 1.3432 yang merupakan retracement 50 persen pergerakan turun dari level tertinggi akhir Oktober di $ 1.4248 sampai level terendah pertengahan Januari $ 1.2626.
Dolar Australia mempertahankan penguatannya setelah Reserve Bank of Australia tetap mempertahankan suku bunga pada hari Selasa, mengejutkan kebanyakan investor yang telah bertaruh akan dipotong.
Dolar Australia bergerak naik hingga mencapai level tertinggi enam bulan di $ 1.0823. Aussie diperdagangkan di $ 1.0755 dan terlihat siap untuk menguji level tertinggi 30 tahun di $ 1.1081 yang dicapai pada bulan Juli 2011.
Menguatnya aset berisiko membuat indeks dollar turun 0.7 persen ke level terendah dua bulan di 78.488.
Greenback juga terpukul setelah Ketua Federal Reserve AS, Ben Bernanke, tetap menghidupkan kemungkinan pelonggaran kuantitatif lebih lanjut, meskipun laporan pekerjaan AS hari Jumat keluar di atas perkiraan pasar.
Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 76.93 yen, setelah naik ke 77.01, sementara euro melonjak ke 101.89 yen, level harga yang tidak terlihat dalam dua minggu.
Yen berada di bawah tekanan setelah Menteri Keuangan Jepang, Juni Azumi, menegaskan bahwa Tokyo siap untuk bertidak melawan gerakan spekulatif. Yen tetap tidak nyaman berada dekat dengan level tertinggi tiga bulan yang dicapai pekan lalu karena pasar waspada terhadap intervensi Jepang untuk mengekang penguatan yen.
Jepang pada hari Rabu melaporkan bahwa surplus transaksi berjalannya, jatuh 75 persen menjadi 303 miliar yen di bulan Desember, sedangkan untuk sepanjang tahun 2011, surplus turun sebesar 9.6 triliun yen.
Penyusutan ini dapat melemahkan yen jika berkelanjutan karena orang Jepang memperoleh lebih sedikit mata uang asing untuk ditukar ke dalam yen. (Reuters)



