Harvest International Futures

 

A+ R A- wide normal
  • Skip to content
  • Homesummary
  • About Us 
    • Our Company
    • Legality
    • Management
    • Segregated Account
    • Why Harvest
    • Partnership with Us
    • Career with Us
    • Contact Us
  • Gold 
    • How to invest with Gold?
    • Loco Specification
  • Forexmy work
    • Forex Specification
  • Stock Indexwith us
    • Stock Index Specification
  • Education 
    • Investment Product
    • Fundamental Analisys
    • Technical Analisys
    • Video Tutorials
  • News & Analysis 
    • News
    • Gold Analysis
    • Economic Calendar
    • Market Outlook
    • Announcement
    • Ask The Expert
Market Headlines
Euro naik dari level terendah 4-bulan terhadap dol... : Euro menguat dari level terendah empat bulan terhadap dolar pada hari Jumat karena investor menguran...
Emas membukukan penguatan 2 hari terbesar sejak Ok... : Emas naik lebih dari 1 persen pada hari Jumat, siap membukukan penguatan dua hari terbesar sejak Okt...
Sterling pulih dari level terendah 2-bulan terhada... : Sterling menyentuh level terendah dua bulan terhadap dollar pada hari Jumat sebelum sedikit pulih, d...
Nikkei tergelincir, penurunan mingguan terburuk se... :     Indeks saham rata-rata Jepang, Nikkei, tergelincir 3 persen pada hari Jumat dan...
Euro diperdagangkan pada level terendah 4 bulan te... : Euro menyentuh level terendah empat bulan terhadap dollar dan level terendah 3 ½ bulan terhadap yen ...

Bank Dunia: Indonesia, Titik Terang di Tengah Ketidakpastian

Wednesday, 08 February 2012 12:11 Ibrahim
E-mail Print PDF

Wakil Presiden Bank Dunia baru untuk Asia Timur dan Pasifik Pamela Cox memuji pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat serta komitmen negara ini terhadap reformasi institusional. Ekonomi Indonesia dapat tetap tumbuh sekalipun kondisi dunia sedang tidak bagus seiring dengan krisis utang yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat. "Di masa yang penuh ketidakpastian ini, pertumbuhan Indonesia yang ulet menjadikannya salah satu titik cerah di dunia. Kembalinya Indonesia ke peringkat investasi diharapkan dapat menarik investasi di bidang infrastruktur, sehingga tercipta lapangan kerja dan pertumbuhan inklusif yang lebih bermanfaat bagi warga Indonesia. Bank Dunia siap untuk terus bekerjasama dengan Indonesia dalam mengatasi tantangan pembangunan ini," ujar Pamela, dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (8/2/2012).

Pamela sendiri sedang mengunjungi Indonesia selama dua hari ini. Selama kunjungan dua hari ini, ia melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Presiden Boediono, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri Negara Perencanaan Pembagunan Nasional, Armida Alisjahbana dan Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan, Kuntoro Mangkusubroto.

Tidak hanya bertemu pemerintah, Pamela juga berkesempatan untuk mempelajari tantangan dan tujuan pembangunan Indonesia melalui interaksi dengan sejumlah pengambil keputusan seperti dari akademisi, media hingga sektor swasta. "Bank Dunia dan Indonesia memiliki hubungan kemitraan yang erat dan sangat penting selama 60 tahun terakhir. Kunjungan pertama saya ke Indonesia sejak menduduki posisi ini telah memberikan masukan yang sangat berharga tentang bagaimana Bank Dunia dapat terus mendukung Indonesia mewujudkan reformasi institusional. Kita terus berkomitmen untuk menjadi mitra Indonesia dalam menawarkan solusi praktis untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunannya, termasuk pengurangan kemiskinan, pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, lingkungan hidup dan tata kelola pemerintahan," tambah Pamela.

Untuk diketahui saja, sebelumnya Pamela bekerja sebagai Wakil Presiden Bank Dunia untuk Kawasan Amerika Latin dan Karibia. Dalam posisi tersebut ia memegang peranan penting dalam mendukung pertumbuhan inklusif di negara-negara perekonomian berkembang, sekaligus menyediakan pelayanan finansial dan teknis yang inovatif dan praktis.

Ia diharapakan membawa keahliannya dalam manajemen risiko bencana yang telah sukses diterapkan di Amerika Latin dan Karibia. Hal ini menjadi sangat relevan untuk Asia Timur sebagai kawasan yang sangat rentan terhadap risiko bencana alam. Selaku Wakil Presiden untuk Asia Timur dan Pasifik, Pamela memimpin staf di 22 negara dan bertanggung jawab atas portfolio pinjaman sebesar 29,7 miliar dollar AS. Pinjaman Bank Dunia untuk kawasan di tahun anggaran 2012 mencapai 6,7 miliar dollar AS. (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/02/08/11525545/Bank.Dunia.Indonesia.Titik.Terang.di.Tengah.Ketidakpastian)

  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Legality
  • Contact Us
Copyright © 2012 Harvest International Futures | hif.co.id All Rights Reserved.