Setelah melalui perundingan 12 jam di Brussel, pihak Troika sepakat meloloskan bailout senilai 130 miliar euro ($ 171 miliar) bagi Yunani. Namun dana talangan tidak menjamin stabilitas ekonomi di negara itu.
Meskipun bailout ke dua telah disetujui, aktifitas ekonomi Yunani tidak pasti membaik dalam jangka pendek. Masih banyak tugas Athena untuk memenuhi target target pemangkasan hutang sebesar 123-124% dari produk domestik bruto pada 2020. Perdebatan sempat muncul saat Menteri Keuangan Belanda, Jan Kees de Jager, sempat mengatakan bahwa Belanda tidak melihat Yunani sudah berhasil memenuhi semua kewajibannya. Namun ketua Eurogroup, Jean-Claude Juncker, meredam situasi dengan menyebut Athena telah memenuhi seluruh persyaratan.
Yunani sepakat mengurangi penggunaan anggaran hingga 325 juta euro, seperti disyaratkan oleh Uni Eropa. Di dalamnya termasuk langkah pemecatan 15.000 pegawai negeri dan pemotongan upah minimum hingga 20%, dari 751 euro menjadi 600 euro. Athena bersedia menerbitkan lagi obligasi pemerintah senilai 100 miliar euro sekaligus melakukan konversi utang dengan aset baru berbunga rendah.
Paket bantuan senilai 130 miliar akan membantu kinerja mata uang dan menghindarkan Yunani dari kebangkrutan. Namun masalah Yunani belum dapat dikatakan selesai, khususnya jika melihat kondisi dan fakta ekonomi yang terus memburuk. Sikap skeptis masih mewarnai pasar keuangan dunia. Apakah Yunani mampu mengimplementasikan program yang sangat tidak populer pasca pemilu April mendatang?
Jerman dan negara pengikut sesungguhnya masih meragukan komitmen Yunani, namun lebih baik kesepakatan tercapai daripada tidak sama sekali. Proses penukaran obligasi kreditur swasta direncanakan berlangsung pada tanggal 8 Maret hingga tuntas tiga hari kemudian. Artinya beban hutang senilai 14,5 miliar euro Yunani bisa dilunasi sehingga negara itu terhindar dari default. Sebagian besar dana dalam program 130-miliar euro akan digunakan untuk membiayai swap obligasi dan memperkuat sistem perbankan. Sementara dana 30 miliar euro akan digunakan sebagai stimulus agar pihak swasta bersedia menerima swap dan 23 miliar euro dipakai untuk rekapitalisasi bank Yunani. Adapun 35 miliar euro berguna untuk membiayai pembelian kembali obligasi dan 5,7 miliar euro dipakai untuk melunasi bunga. Komisi Eropa, ECB dan IMF akan bertanggung jawab memantau kemajuan reformasi Yunani. Mereka pula yang akan memutuskan apakah Athena sudah memenuhi semua komitmennya.



