Para pemimpin negara Uni Eropa akhirnya menyepakati suntikan dana talangan tahap kedua sebesar 130 miliar euro kepada Yunani. Para menteri keuangan Eropa menyatakan dana talangan itu akan menjamin keberlanjutan utang dan menempatkan kembali daya saing Yunani.
Paket stimulus ini telah berdampak pada semua sektor: bagi Yunani, bagi pemberi pinjaman kepada Yunani, dan bagi pejabat pemberi pinjaman sebuah negara seperti Bank Sentral Eropa (ECB).
Seperti dikutip dari laman guardian, Rabu, 22 Februari 2012, ambisi dari suntikan dana talangan kedua ini adalah mengurangi rasio utang terhadap PDB Yunani dari 160 persen menjadi 120 persen pada 2020.
Paket penyelamat ini langsung ditindaklanjuti parlemen Yunani dengan menyetujui pemotongan anggaran belanja sebesar 325 juta euro, pemotongan termasuk dana pensiun. Langkah itu diharapkan bisa menutup kekurangan 3,3 miliar euro dana simpanan ekstra yang diminta IMF dan Uni Eropa.
Dari kesepakatan pemberian dana talangan tersebut, setidaknya terdapat 6 kunci utama, yaitu
1. Yunani harus menerima pengawas dari luar Athena
Dalam penyataannya, Uni Eropa akan menempatkan stafnya serta meningkatkan pengawasan dengan masuk dalam kementerian di Athena.
2. Rekening penampungan sementara (escrow account)
Pemerintah Yunani harus mengelola utangnya dalam sebuah rekening terpisah serta mendepositokan sebagian dananya untuk membayar utang yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan mendatang.
Langkah ini akan diawasi oleh lembaga bernama Troika berisi IMF, Uni Eropa, dan ECB. Perjanjian ini mengindikasikan para kreditur skeptis terhadap kemampuan dan niat pemerintah Yunani dalam menjalankan program yang telah ditargetkan.
3. Rugi lebih besar bagi pemegang surat utang Yunani
Kesepakatan ini merupakan hal paling mengejutkan. Akhir Oktober, bagi pemegang surat utang Yunani menyetujui pengurangan 50 persen nilai surat utangnya. Pemotongan itu sekarang berada di posisi 53,5 persen.
Pengalihan surat utang mereka juga akan membuat suku bunga lebih rendah dibandingkan pertemuan sebelumnya.
Keterlibatan sektor swasta merupakan elemen penting penyelamatan Yunani. Alasannya, dana bailout sebesar 130 miliar euro hanya akan mengurangi rasio utang terhadap PDB menjadi 120 persen pada 2020.
Para pemegang surat utang Yunani (bank, perusahaan asuransi, dana pensiun, dan pengelola investasi) akan tetap diajak secara sukarela untuk ikut berpartisipasi menyelematkan Yunani.
4. Pemotongan biaya pinjaman (borrowing cost)
Lembaga pemberi pinjaman Yunani diantaranya ECB dan IMF telah sepakat untuk menurunkan suku bunga dari pinjaman bailout yang telah berjalan. Tak seperti perusahaan swasta, lembaga pemberi pinjaman ini tak akan menderita akibat pemotongan bunga (haircut).
Untuk beberapa waktu, nilai ril dari obligasi Yunani akan bergantung pada identitas dari pemilik.
5. Kontribusi IMF akan cukup besar
Dana talangan yang diberikan kepada Yunani adalah 130 miliar euro. Namun pertanyaan penting yang belum terjawab adalah, berapa sebenarnya IMF akan menutup kekurangan itu. Pernyataan dari IMF hanya mengatakan mereka akan berkontribusi signifikan pada penyelamatan Yunani.
Dana talangan sendiri tak akan diserahkan dalam waktu dekat. Para menteri negera Eropa ingin menunggu niat baik dari pemegang surat utang Yunani di sektor swasta untuk secara sukarela ikut serta.
6. Dana talangan akan mengucur dalam waktu singkat
Jika sesuai dengan rencana, dana talangan akan meluncur dalam beberapa bulan depan. Hal ini mengingat masa kritis pembayaran obligasi yang jatuh pada 20 Maret mendatang.



