Kenaikan harga minyak akhir-akhir ini tidak hanya berdampak baik bagi para kolektornya. Investor komoditi emas juga bisa merasakan lonjakan harga serupa.
Demikian pandangan analis IG Markets, Stan Shamu. Ia menilai kinerja harga minyak bisa mendukung nilai emas saat kecemasan inflasi muncul. Seperti diketahui, harga minyak mentah NYMEX pengiriman April baru saja menyentuh level tertinggi dalam 9 bulan terakhir pada level $106.48 per barel.
"Jika minyak terus terbang, maka harga emas makin mendapat dukungan," ujar Shamu. Kenaikan harga bahan bakar selalu disusul dengan lonjakan inflasi di negara industri dan maju. Seperti lazimnya, investor akan berlari ke emas ketika inflasi melanda sistem ekonomi. Nilai emas dipandang sangat ampuh untuk melindungi diri dari penurunan nominal aset. Meski demikian, Shamu melihat adanya koreksi kecil dalam jangka pendek. Aksi profit taking akan terjadi ketika harga dipandang ideal untuk dicairkan, baik untuk emas maupun minyak. "Saya tidak akan terkejut bila emas bergerak lebih sempit dalam waktu dekat," ujarnya lagi. Emas butuh memecah level $1763 untuk naik lebih tinggi. Spot emas kini terpantau di $1755.85 per ons atau $4.45 lebih rendah dibanding penutupan terakhir.



