Indeks Nikkei Jepangkembali memperpanjang rally pada sesi perdagangan Rabu (22/02) hingga mencatat kenaikkan lebih dari 0.9% dan mencatatkan tertinggi intraday di 9580.
Penguatan yang terbilang tipis tersebut lantaran investor masih antusias untuk membeli sejumlah instrumen pasar meski di tengah lonjakan harga minyak yang mencapai $106 per barrel. Dan untuk jangka panjang, indeks Nikkei masih memiliki peluang melanjutkan rally terkait pasar masih optimis dengan penguatan bursa terutama setelah bank sentral Jepang (BOJ) mengeluarkan kebijakan pelonggaran moneter dengan menambah program pembelian asetnya senilai 10 triliun yen menjadi 20 triliun yen.
Pengaruh positif juga datang dari otoritas China yang menurunkan giro wajib minimum (Reserve Requirement Ratio/RRR) sebesar 50 bp menjadi 20.5%, serta prospek cerah negara Yunani yang telah mendapatkan dana talangan dari Uni Eropa dan IMF.
Secara teknikal, sejumlah indikator indeks Nikkei seperti Stochastic, MACD dan bahkan Moving Average masih konfirm dalam pola uptrend. Sehingga kondisi tersebut masih dapat mendongkrak Nikkei ke resisten kuat 9600 hingga 9640.
Meski demikian, kalangan pelaku pasar mulai khawatir dengan lonjakan Nikkei yang terlampau tajam, sehingga dikhawatirkan kondisi ini akan disertai dengan menuver bearish. Mengingat indikator Stochastic juga sudah overbought, maka beberapa level support yang kini dapat diantisipasi yaitu support 9540 dan 9500.



