Yen menyentuh level terendah 6 bulan terhadap dollar pada hari Rabu, setelah importir Jepang dan pelaku pasar asing menjual yen, mendorongnya semakin mendekati level teknikal utama.
Yen melanjutkan pelemahannya setelah Bank Sentral Jepang mengejutkan pasar dengan melonggarkan kebijakan moneter minggu lalu, membuat untuk pertama kalinya sejak bulan Agustus 2011, dollar naik di atas ¥ 80,00.
"Ada pembelian dollar secara konstan baru-baru ini dari importir Jepang," kata seorang trader untuk sebuah bank Jepang di Singapura dan menambahkan bahwa aksi tersebut serta pembelian dollar oleh pelaku pasar asing, membantu mendorong dollar / yen bergerak naik pada hari Rabu.
Dollar naik 0,55 persen ke 80,17 ¥, setelah naik setinggi 80,28 ¥ pada platform Harvets Trader. Para trader mengatakan perintah jual dollar oleh eksportir Jepang membantu mengekang penguatan dollar.
Mata uang yen juga melemah di perdagangan cross (antar mata uang diluar dollar), dimana dolar Australia naik 0,5 persen menjadi ¥ 85,45 dan euro naik 0,5 persen menjadi 106,12 ¥.
Sejauh ini, dollar telah meningkat sekitar 5 persen terhadap yen pada bulan Februari, membuatnya berada di jalur untuk mencatat penguatan bulanan terbesar sejak Maret 2010.
Selain pelonggaran moneter BOJ, yen mendapat tekanan bulan ini setelah data menunjukkan bahwa surplus neraca berjalan Jepang - pendukung utama dan konstan terhadap yen - jatuh ke level terendah tahun 15-tahun.
Dengan melemahnya yent, dollar sekarang sedang mencoba resistensi teknis yang kuat pada grafik Ichimoku mingguan.
Dollar tidak pernah berhasil untuk bergerak di atas awan Ichimoku mingguan untuk waktu yang lama sejak pertengahan - 2007, dan penetrasi di atas level tersebut, bisa memberikan dollar momentum tambahan terhadap yen.
Dollar telah menembus di atas bagian bawah awan (cloud) di ¥ 79.73, dan menghadapi resistance di bagian atas awan yang berada di 80.94 minggu ini.
Meskipun euro menguat terhadap yen, mata uang tunggal berjuang untuk menguat terhadap dollar. Euro telah mengalami penurunan dari level mendekati level tertinggi dua minggu yang dicapai sehari sebelumnya karena optimisme atas kesepakatan bailout Yunani yang telah lama ditunggu-tunggu dengan cepat berganti dengan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi dan implementasi risiko.
Euro tetap stabil bergerak di $ 1.3231, turun dari level tertinggi hari Selasa di $ 1.3293, yang merupakan level tertinggi sejak 9 Februari. Posisi resistance berada di $ 1.3308, yang merupakan MA 100-hari.
"Euro telah mendapat banyak keuntungan dari banyaknya berita baik dalam arti bahwa euro telah mencerminkan beberapa bentuk perjanjian," kata Mitul Kotecha, kepala strategi valuta asing global untuk Credit Agricole di Hong Kong. "Oleh karena itu tidak mengejutkan untuk melihatnya berjuang untuk bergerak lebih tinggi," tambah Kotecha.
Walaupun paket bantuan Yunani membantu meredakan kekhawatiran akan default, prospek ekonomi negara tersebut masih suram.
Dolar Australia jatuh serendahnya di $ 1.0608 sebelum diperdagangkan di level $ 1.0642, jauh di bawah level tertinggi minggu ini di $ 1.0817. Sementara itu, sterling diperdagangkan di level $ 1.5712, setelah sempat menyentuh level terendahnya di $ 1.5693. (Reuters)



