Forex
Sejak kecil kita diajarkan mata uang adalah alat tukar. Dengan uang, kita bisa berbelanja berbagai kebutuhan yang diperlukan. Memang begitulah pada awalnya fungsi uang.
Namun dalam perjalanan sejarah, fungsi mata uang ternyata bertambah. Ia juga menjadi ‘mata dagangan’ alias komoditi yang ditransaksikan. Kegiatan ini disebut trading foreign exchange (forex). Kegiatan yang kalau dibahasaindonesiakan menjadi Valuta Asing (Valas) ini adalah transaksi yang memperdagangkan mata uang (Currency) suatu negara terhadap mata uang negara lainnya.
Transaksi valas merupakan perdagangan dengan nilai transaksi terbesar di dunia, jauh meninggalkan perdagangan produk manufaktur. Perdagangan forex juga bahkan mengalahkan gabungan transaksi di seluruh pasar saham dunia. Rata-rata volume hariannya menembus US$ 3 triliun per hari.
Dibandingkan dengan mata dagangan lain (produk manufaktur dan saham, misalnya), forex market memang memiliki seabrek keunggulan. Dari soal durasi, umpamanya pasar valas buka selama 24 jam secara terus-menerus setiap hari kerja Senin sampai Jumat. Jam pasar forex adalah:
| Negara | Jam Pasar (WIB) |
| New Zealand & Australia | 04:00 - 14:00 |
| Jepang & Singapura (sesi Asia) | 07:00 - 16:00 |
| Jerman & Inggris (sesi Eropa) | 14:00 - 22:00 |
| Amerika (sesi Amerika) | 19:30 - 04:00 |
Currency Pair
Di pasar forex terdapat beberapa mata uang yang paling sering diperdagangkan. Mereka dikenal dengan sebutan hot currencies. Mata uang ini dipilih karena pergerakannya sangat fluktuatif. Kelima mata uang itu adalah:
Inggris = GBP (Great Britain Poundsterling)
Eropa = EUR (Euro)
Amerika = USD (United States Dollar)
Swiss = CHF (Swiss Franc)
Jepang = JPY (Japanese Yen)
Dalam prakteknya, beberapa mata uang itu ditransaksikan secara pasangan atau pair. Mereka adalah GBP/USD, EUR/USD, USD/CHF, USD/JPY, dan AUD/USD. Artinya, setiap melakukan transaksi forex berarti Anda membeli suatu mata uang dan pada saat yang sama sekaligus menjual mata uang lainnya. Contohnya, rate alias kurs untuk pair GPB/USD adalah GPB/USD = 1.8500. Ini berarti 1 pound GBP setara dengan 1,85 USD.
Ada juga pasangan di luar lima macam pasangan mata uang tadi. Pasar menyebutnya dengan Cross Rate. Cross rate adalah pasangan mata uang (pair) yang tidak mengandung mata uang resmi suatu negara di mana mata uang tersebut diperdagangkan. Misalnya, transaksi forex dilakukan di Amerika (mata uang resminya adalah USD). Artinya pasangan mata uang yang tidak mengandung USD merupakan cross rate dari USD. Contohnya, GBP/JPY, EUR/GBP, dan lainnya. Pair yang tidak mengandung USD dan melibatkan EUR dinamakan euro cross. Misalnya, EUR/GBP.
Kalau cukup jeli, Anda akan melihat pasangan mata uang terdiri atas 2 quote mata uang yang berbeda. Mata uang yang terletak di sebelah kiri adalah base Currency sedangkan yang di sebelah kanan disebut quote Currency atau counter Currency. Jadi pada pasangan mata uang GBP/USD, maka GBP disebut base currency sedangkan USD adalah quote currency atau counter Currency.
PIP dan CONTRACT SIZE
Pada contoh tadi sepertinya diperlukan dana yang sangat besar untuk bisa ikut trading di pasar forex. Namun asyiknya di pasar berjangka, Anda tidak harus menyediakan 100% dana yang digunakan untuk transaksi. Hal ini dimungkinkan karena di pasar berjangka dikenal adanya leverage alias daya ungkit. Dengan leverage ini, trader berhak melakukan transaksi dalam jumlah jauh lebih besar hanya dengan menggunakan dana yang jauh lebih kecil.
Seperti kita telah ketahui, tidak setiap trader bisa melakukan aktivitas trading forex. Mereka harus menggunakan jasa broker. Untuk bisa menikmati fasilitas leverage, trader musti menyetorkan sejumlah dana yang disebut margin. Nah, margin inilah yang digunakan untuk membiayai transaksi forex yang Anda lakukan.
Tadi sudah disebut-sebut adanya fasilitas leverage. Pada transaksi dengan satuan lot (yang nilai sesungguhnya U$100.000), margin yang dibutuhkan adalah US$1.000. Ini artinya, trader menikmati fasilitas leverage 1:100. Pada satuan mini lot satuannya adalah 0,1 lot dengan nilai transaksi sesungguhnya US$10.000, margin yang dibutuhkan sebesar US$100. Begitu pula pada micro lot (nilai sebenarnya US$1000) volume terkecilnya 0,01 lot dan margin yang dibutuhkan US$10.
BID dan ASK
Long dan Short
Harga yang digunakan sewaktu open sell/short adalah harga jual (bid). Sebaliknya, harga yang digunakan waktu anda menutup/liquid adalah harga beli (ask). Biasanya, guna memudahkan, pasar menyebut posisi short dengan sell.
| Posisi | Open dengan | Close dengan | Harga Naik | Harga Turun |
| Long | Buy | Sell | Profit | Loss |
| Short | Sell | Buy | Loss | Profit |



Forex




