Emas jatuh 2 persen karena data yang jelek
LAST_UPDATED2 Rabu, 28 Juli 2010 01:14
Setelah diperdagangkan melemah di sesi awal, akselerasi penurunan harga emas dipercepat hinga mencapai level terendahnya di $1,157.65 per ons, harga terendah emas sejak tanggal 5 Mei meskipun bursa saham ASĀ dan Dollar bergerak stabil. Emas juga mencatat penurunan harian terbesar sejak 1 Juli.
Perak dan platinum juga ikut bergerak turun, mengikuti jejak emas dan minyak mentah yang jatuh tajam setelah data memperlihatkan pertumbuhan lambat dari harga perumahan AS dan kekhawatiran pekerjaan membuat tingkat kepercayaan konsumen AS bulan Juli jatuh ke level terendah sejak bulan Februari.
Sean Lusk, spesialis pasar dari perusahaan berjangka PFGBest di Chicago mengatakan para dealer menjual secara besar-besaran dalam upaya mendorong harga emas berjangka turun karena kontrak option emas COMEX bulan Agustus berakhir pada hari Selasa.
Harga emas, kadang-kadang tertarik ke arah harga option karena para trader mencoba mendapatkan keuntungan dari posisi mereka pada saat option jatuh tempo. "Sehubungan dengan jatuh temponya posisi option disini, maka banyak posisi beli yang dilikuidasi dan dialihkan kontrak bulan berikutnya," kata Lusk.
Volatilitas harga telah meningkat menjelang hari pertama proses penyerahan secara fisik kontrak Agustus pada hari Jumat, karena para investor emas mengalihkan posisi kontrak bulan Agustus mereka ke kontrak bulan Desember, kata para trader.
Emas spot berada di level $1,160.15 per ons pada jam 18:29 GMT dibandingkan dengan $1,183.75 pada akhir perdagangan New York hari Senin. Emas berjangka AS untuk pengiriman bulan Agustus ditutup turun ke level terendah tiga bulan di $1,158 per ons, turun $25.10.
Emas juga tampak rentan berdasarkan grafik teknikal. Harga emas berisiko menembus ke bawah support channel dua tahun pergerakan ke atas emas dan dapat jatuh ke $1,000 per ons, kata CitiFX. Jika harga emas minggu ini tutup di bawah garis support dua tahun di $1,176, maka akan semakin menekan harga emas ke bawah. Penyimpangan dari grafik mingguan, dimana osilator seperti RSI tidak membentuk level tertinggi baru pada saat emas menyentuh rekor harga tertinggi di $1,264.90 per ons bulan lalu, juga menunjukkan penurunan harga, kata CitiFX. Harga penutupan di bawah channel dapat mendorong emas ke level $1,030-1,045, level harga yang terlihat di bulan Februari.
Penurunan kepemilikan emas dari SPDR Gold Trust, mengindikasikan bahwa permintaan investasi yang sebelumnya mendongkrak harga emas tahun ini mulai berkurang, kata analis. SPDR mencatat, arus keluar emas sebesar 18.7 ton sepanjang bulan ini.
Emas menyentuh rekor harga tertingginya di $1,264.90 per ons pada bulan Juni karena keprihatinan atas krisis hutang zona Euro mendorong investor memborong emas sebagai pelindung risiko, tetapi terus bergerak turun karena mulai surutnya kecemasan pasar terhadap masalah tersebut.
Sentimen kian melemah setelah bank sentral India menaikkan tingkat suku bunga lebih besar dari perkiraan untuk menghadapi inflasi yang telah berada di atas 10 % dalam lima bulan terakhir.
Untuk perdagangan hari ini, kondisi oversold diperkirakan dapat menahan laju penurunan harga emas, sekalipun peluang untuk menembus level $1,156 masih tetap terbuka. Emas harus bisa menembus level $1,169.70 apabila ingin mencoba level harga yang lebih tinggi sekaligus keluar dari tekanan harga yang terbentuk pada perdagangan hari Selasa. Posisi support: 1,158.00, 1,151.20 dan 1,140.00. Posisi resistance: 1,169.70, 1,180 dan 1,186.50. (Reuters)







