Euro stabil karena ditunjang permintaan atas risiko, Aussie melemah
LAST_UPDATED2 Rabu, 28 Juli 2010 08:35
Euro menyentuh level tertinggi dua bulan terhadap Yen dan bergerak tidak jauh dari level tertinggi 11 bulan terhadap Dollar pada hari Rabu, karena minat pasar terhadap aset berisiko masih tinggi setelah bagusnya hasil stresst test perbankan Eropa dan kuatnya data ekonomi. Aussie bergerak turun setelah data inflasi Australia yang keluar di bawah perkiraan pasar agak meredam ekspetasi peningkatan suku bunga Australia.
Sentimen risiko telah meningkat pada hari Selasa setelah saham Eropa menyentuh level harga penutupan tertinggi 5 minggu. Dua bank terbaik Eropa, UBS AG dan Deutsche Bank AG membukukan hasil yang meyakinkan investor mengikuti hasil stress test regulator minggu lalu.
Kenaikan indikator sentimen konsumen GfK Jerman pada hari Rabu ke level tertinggi sejak Nopember juga mendorong ekspetasi bahwa prospek ekonomi Eropa meningkat.
Pada jam 16:15 WIB, Euro diperdagangkan naik 0.3 % terhada Yen ke level 114.50 Yen (EUR/JPY), tidak jauh dari level tertinggi dua bulan yang terjadi pada awal perdagangan pasar Eropa di 114.74 Yen. Analis teknikal mengatakan gambaran tersebut menjadi bullish (cenderung bergerak naik) karena EUR/JPY terus menguat dalam formasi Ichimoku cloud-nya. Bagian atas dari Ichimoku dianggap sebagai resistensi utama di 117.86 Yen.
Euro diperdagangkan tidak jauh dari level tertinggi 11 bulan terhadap Dollar di $1.3045 yang dicapai pada perdagangan hari Selasa. Para trader mengatakan, hambatan dari posisi option di $1.3050 harus bisa dilampaui apabila ingin mencoba resistensi berikutnya di $1.3125 yang merupakan retracement 38.2 % dari pergerakan bulan Desember sampai Juni. Posisi jatuh tempo option di $1.3000 dan $1.2850, berpotensi memperlambat penguatan Euro hari ini.
Aussie tergelincir 0.7 % menjadi $0.8950, setelah pada hari Selasa menyentuh level tertinggi 11 minggu di $0.9069. Indeks harga konsumen Australia yang naik lebih sedikit dari perkiraan pada kuartal ke dua dan inflasi inti (core inflation) turun ke level terendah lebih dari tiga tahun, mengesampingkan kebutuhan kenaikan suku bunga minggu depan dan mungkin sampai akhir tahun ini.
Pada perdagangan lainnya, Poundsterling sempat bergerak naik ke level $1.5626 sebelum diperdagangkan di level $1.5595. Dollar menguat ke level 1.0622 franc terhadap Swiss franc sebelum diperdagangkan di level 1.0585 franc. (Reuters)







