Yen menguat karena perlambatan pemulihan ekonomi global
LAST_UPDATED2 Kamis, 29 Juli 2010 03:34
Mata uang Yen, untuk ke dua harinya, menguat terhadap Dollar dan Euro karena tanda-tanda pemulihan ekonomi global sedang melambat mendongkrak permintaan terhadap Yen sebagai tempat berlindung. Yen menguat terhadap 16 mitra dagang utamanya sebelum laporan yang para ekonom katakan akan menunjukkan bahwa produk domestik bruto AS tumbuh lebih lambat dan keyakinan manufaktur Eropa tetap negatif.
Mata uang Selandia Baru (Kiwi) jatuh untuk hari ke tiga, setelah bank sentral mengatakan memburuknya prospek pertumbuhan akan memperlambat laju kenaikan suku bunga di masa mendatang.
"Karena ekonomi AS dan Eropa kehilangan momentum, dampak negatif mungkin menimpa wilayah lainnya," kata Soichiro Mori, dari FXOnline Japan Co yang berbasis di Tokyo. "Mata uang yang sensitif dengan pertumbuhan, mungkin akan melemah terhadap Yen.
Yen menguat ke 113.33 per Euro pada jam 11:35 di Tokyo dari 113.66 di New York kemarin. Yen menguat ke level 87.25 per Dollar dari 87.47, setelah pada tanggal 16 Juli menguat ke level 86.27, terkuat sejak tanggal 1 Desember 2009.
Pertumbuhan ekonomi AS tahunan melambat menjadi 2.5 % pada kurtal terakhir dari 2.7 % kuartal sebelumnya, menurut survei Bloomberg sebelum Departemen Perdagangan melaporkannya besok. Indeks kepercayaan manufaktur zona Euro minus 5 di bulan Juli, berdasarkan survei terpisah Bloomberg sebelum Komisi Eropa di Brussel melaporkan data tersebut hari ini.
"Bukti lebih lanjut dari melambatnya momentum pertumbuhan AS adalah tekanan terhadap sentimen pasar," kata Mike Jones, ahli strategi mata uang dari Bank of New Zealand Ltd, di Wellington. "Dengan latar belakang ini, mata uang 'safe haven' seperti Yen dan Dollar, cenderung mengungguli mata uang yang sensitif dengan pertumbuhan seperti Aussie, Kiwi dan Loonie.
Biasanya, Yen menguat pada saat terjadi gejolak keuangan karena surplus perdagangan Jepang membuat Yen menarik karena itu berarti negara tidak harus bergantung pada pemberi pinjaman luar negeri.
Yen menguat 11 % tahun ini terhadap mitra negara maju Jepang dan menjadi mata uang dengan penampilan terbaik menurut indeks korelasi tertimbang mata uang Bloomberg. Euro melemah 7.6 % dan Dollar telah menguat 3 %.
Kiwi jatuh terhadap mata uang kuat lainnya, setelah gubernur bank sentral Alan Bollard menaikan suku bunga untuk bulan ke dua dan mengatakan 'kecepatan dan tingkat' kenaikan di masa depan akan lebih moderat dari proyeksi sebelumnya.
"Pernyataan ini lebih lunak dari bulan Juni dan pasar secara luas memperkirakan untuk tidak berubah," kata Imre Speizer, dari Wespac-Banking Corp. "Kiwi diterpa aksi jual karena pernyataan tersebut." Kita mungkin akan melihat kenaikan selanjutnya dalam beberapa pertemuan berikutnya sebelum dipertimbangkan untuk berhenti."
Mata uang Kiwi jatuh 0.7 % ke $0.7270 dan melemah 0.9 % terhadap Yen menjadi 63.01 Yen. (Bloomberg.net)








